Kesalahan Saat Membeli Tanah Kavling

Penyesalan selalu datang belakangan. Kalimat tersebut pasti sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Hal tersebut membuat kita untuk selalu ingat dalam memilih sesuatu, salah satunya saat membeli tanah kavling. Beli properti khususnya tanah memang harus hati-hati dan sebisa mungkin jangan sampai ada kesalahan mengingat membeli tanah dapat menjadi transaksi terbesar di sepanjang hidup Anda. Sedikit saja terjadi kekeliruan maka bisa jadi Anda akan menyesal selamanya.

Maka, untuk mengurangi rasa menyesal Anda dikemudian hari ada baiknya untuk memperhatikan kesalahan kesalahan yang terjadi saat membeli tanah. Secara umum, terdapat 4 kesalahan yang sering terjadi saat membeli tanah karena hal hal dibawah ini kadang tidak dipikirkan dahulu,

  1. Tidak Mempertimbangkan Lingkungan Sekitar

Beberapa pembeli pasti akan mengambil keputusan yang terburu buru jika ditawari harga yang murah, dan tanah yang ditawarkan pun dengan kondisi yang baik. Kesalahan tersebut yang akan membuat Anda menyesal jika melakukannya. Akan lebih baik jika Anda melakukan survei langsung di lingkungan sekitar, dan pertimbangkan juga apakah kawasan tersebut strategis, rawan bencana, atau sering sepi.

Dan akan semakin baik jika Anda dapat meninjau lokasi tanah pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada hari kerja, akhir pekan, pagi hari, sore atau malam hari. Atau dapat bertanya hal tersebut pada penduduk sekitar. Banyak hal penting yang patut dipertimbangkan ketika memilih lokasi untuk membeli tanah, agar kelak tidak ada rasa menyesal suatu hari nanti.

  • Tidak Memikirkan Biaya Tambahan atau Biaya Tersembunyi

Saat membeli properti khususnya tanah kavling, akan ada beberapa pengeluaran tak terduga seperti biaya materai, biaya legal, dan yang paling utama adalah biaya pajak. Sering kali, biaya biaya tersebut tidak dibicarakan diawal negosiasai dan pembeli pun terkadang tidak memikirkan hal itu. Maka akan lebih baik jika Anda menyiapkan biaya tersembunyi atau setidaknya bertanya agar tidak menyesal saat membeli tanah kavling.

  • Mudah Percaya Dengan Sebuah Omongan

Proses jual beli properti adalah transaksi yang cukup besar dalam sebuah hukum. Hal tersebut  membuat beberapa makelar properti menjanjikan sesuatu yang menggiurkan. Namun, sebagai pembeli tanah kavling, jangan sekali kali percaya dengan perkataan penjual kecuali terdapat perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Jangan menganggap segala hal dalam transaksi jual beli tanah adalah hal yang tidak penting. Justru hal hal tersebut sangat penting, bahkan suatu hari nanti agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.

  • Tidak Diasuransikan

Asuransi dalam properti khususnya tanah memang dianggap tidak penting oleh sebagian orang. Namun bukan berarti hal tersebut tidak menjadi pertimbangan dalam melakukan transaksi jual beli tanah. Asuransi properti memiliki banyak manfaat bagi penjual maupun pembeli sebagai ganti rugi jika terjadi sesuatu dalam tanah yang dibeli.

      Jadi, itulah beberapa kesalahan yang terjadi saat membeli tanah kavling dan sering kali dianggap tidak penting bagi sebagian orang. Namun kesalahan kesalahan kecil seperti diatas akan membuat Anda merasa menyesal suatu hari nanti. Bukankah lebih baik mengurangi penyesalan dengan berhati hati dalam setiap tindakan kita 

  • Check Kelengkapan Surat-Surat Tanah

Surat – surat atau legalitas Rumah pasti lengkap termasuk SHM & IMB, karena jika pihak Bank menyetujui Kredit atas pembelian Rumah berarti Surat – surat Rumah tersebut pasti sudah lengkap.

Adanya Asuransi Jiwa yang melindungi Pembeli atau Kreditur jika suatu saat terjadi Cacat Fisik Tetap atau Meninggal Dunia, otomatis Rumah tersebut akan LUNAS dengan sendirinya sebelum jangka waktu Angsuran berakhir.

Adanya Asuransi Kebakaran yang akan membiayai kembali pembangunan Rumah Pembeli atau Kreditur jika terjadi Kebakaran yang tidak disengaja.

Surat – surat Tanah atau Rumah pasti AMAN karena berada pada BANK yang secara hukum telah diakui kredibilitasnya, dan Surat – surat seperti SHM & IMB akan langsung diserahkan kepada Kreditur atau Pembeli jika sudah melunasi kreditnya.

 

 

Tinggalkan Balasan